Friday, January 15, 2010

Manusia = Air

Pasti bingung kenapa manusia kok = air? karena tanpa disadari dalam tubuh manusia terdapat air sebanyak 70%, nah kalau sudah memahami kalau dalam tubuh manusia banyak terdapat air, maka kita akan mudah menghadapi AIR ini...
Pernah baca artikel jika air diberikan stimulus doa akan membentuk kristal yang cantik, kalau diberikan stimulus lagu rock maka akan membentuk kristal yang berbeda, saya upload tentang artikel ini dibawah.
Nah sekarang..., bagaimana kita harus menghadapi manusia yang dalam hal ini adalah air?
-perlakukan manusia dengan kasih sayang
-berikan doa positif setiap berhubungan dengan air

mengapa? karena :
air dan otak akan beresonansi atas pesan pesan positif
air managkap getaran rasa, tulisan, gambar
air bisa menyimpan, mengerti, dan menyalin informasi
getaran air akan merambat ke molekul air ditubuh manusia

semoga bermanfaat

MIRACLE OF WATER

1.Dialah Allah yang Maha Menciptakan, yang Maha Mengadakan, yang Maha Membentuk Rupa, yang mempunyai Nama-nama Terbaik. Bertasbih kepadanya segala sesuatu yang ada di langit dan bumi. Dan dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

- Al-Qur’an | Al-Hasyr 59:24

Kristal Air

Kristal Air

2. Tasbih berarti menyucikan Tuhan dari segala hal yang tidak patut untuk-Nya. Ayat di atas menyebutkan bahwa subyek bertasbih adalah ““. Kata ini secara harfiah berarti “[segala] sesuatu” yang dalam bahasa Arab bisa diterap kepada subyek rasional (manusia) ataupun non-rasional, bisa diberlakukan kepada makhluk hidup maupun kepada benda mati. Dengan demikian manifestasi tasbih bisa berupa bahasa tutur (lisân al-maqâl) atau bahasa perilaku (lisân al-hâl).

chi of love

chi of love

Alam semesta ini dan segala isinya merupakan bukti keagungan Tuhan. Dia menciptakannya sebagai pertanda (ayat) natural atas wujud-Nya. Pertanda itu Tuhan tebarkan di hadapan umat manusia berupa wahyu (ayat qauliyyah) dan berupa gejala-gejala alam (ayat kauniyyah). Inilah tasbih yang dikumandangkan benda-benda: menunjukkan Tuhan dengan perilaku naturalnya.

3. …..dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka…..
-Al-Qur’ah | Al-Isrâ’ 17:44.

Air adalah zat yang melimpah di bumi ini. Bahkan di dalam tubuh manusia, air memenuhi 2/3 bagiannya. Dengan porsi yang demikian signifikan, air memainkan peran yang sangat penting dalam keberlangsungan bumi dan hidup manusia.

Tuhan menciptakan air dengan perilaku yang mengagumkan. Air bisa “menangkap” getaran rasa dalam bahasa apapun, tulisan, gambar, dan musik. Air juga bisa “mengerti”, menyimpan dan menyalurkan informasi yang disampaikan kepadanya (Semua benda juga “mengerti”, tetapi air paling peka, jumlahnya sangat banyak, dan ada dimana-mana).

 Masaru Emoto

Masaru Emoto

Temuan Dr. Masaru Emoto dari Yokohama Municipal University, Jepang, menunjukkan kemampuan air merespons informasi yang disampaikan kepadanya. Setelah informasi disampaikan, air tersebut disimpan diruangan bersuhu -5° C hingga membentuk bola-bola kristal yang kecil. Dan menakjubkan! Jika dilihat dengan mikroskop, air yang dikasih informasi-informasi positif membentuk kristal-kristal yang sangat indah. Sebaliknya, air yang dikasih informasi-informasi buruk tidak bisa membentuk kristal sama sekali atau, paling tidak, membentuk kristal tidak sempurna. Berdasarkan hal ini, temuan tadi dikembangkan lebih lanjut. Kristal air dicoba untuk informasi semacam doa, gambar, musik, dan sebagainya.

4. Dr. Masaru Emoto melanjutkan temuannya di atas dengan menghubungkan air dengan manusia. Jika air saja bisa merespons informasi yang disampaikan kepadanya, berarti tubuh manusia yang sebagian besarnya berisi air juga akan memiliki gejala yang sama. Kisah Masaru Emoto dengan kristal-kristal airnya pun berlanjut.

Kenapa air bisa menanggapi tiap informasi yang disampaikan kepadanya? Karena dalam sudut pandang fisika sub-atomik, demikian Masaru Emoto, semua benda di alam semesta ini pada hakikatnya adalah gelombang. Semua

pesan 'Islam"

pesan 'Islam"

gelombang digerakkan oleh energi tak kasat mata. Energi itu bisa jadi positif atau negatif. Jika satu gelombang membentur gelombang yang lain, maka akan terbentuk semacam gema yang membentangkan gelombang baru.

Makna kata “kamu bodoh”, misalnya, memiliki energi tersendiri yang kemudian diserap oleh air dan muncul kembali dalam bentuk kristal jika air tersebut dibekukan. Sebaliknya, jika air diperlihatkan makna-makna positif, kristal yang indah akan terbentuk sebagai refleksi dari energi yang positif…..

Setiap benda memunyai gelombang intrinsik tersendiri. Benda yang dimaksud di sini adalah semua materi atom yang membetuk molekul, dan partikel sub-atom yang membentuk atom. Dengan kata lain, setiap partikel sub-atom memunyai gelompang intrinsik sendiri.

Itulah alasan mengapa energi pada level partikel sub-atom dapat memengaruhi manusia.

Dengan demikian, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak berdoa di kala kita hendak meminum air, mandi, berwudlu, di kala turun hujan, di setiap kesempatan kita berhubungan dengan air. Semua itu akan berpengaruh kepada kita, meskipun itu tidak terasa secara fisik. Namun perlahan tapi pasti, tubuh kita akan menjadi saksi sebuah nikmat yang Allah karuniakan kepada umat manusia.

Kullu syai’ dzî bâlin lâ yubda’ fîhi bibismillahi-rrahmâni-rrahîmi fahuwa aqta‘ [setiap pekerjaan penting yang tidak dimulai dengan basmalah, tidak mendapat barokah].
- Nabi Muhammad | Al-Adzkâr an-Nawâwiyyah

5. Berikut adalah surat Dr. Navis, pensiunan profesor dari Universitas Tehnik Zurich, kepada Dr. Masaru Emoto:

Penelitian Anda yang menggunakan gambar kristal air mengingatkan kami akan dua poin penting:

Pertama, penelitian anda membuat kita harus bersikap hati-hati akan respons yang diberikan air bahkan terhadap energi yang kecil sekalipun. Saya ingin agar para ilmuwan dan pihak yang berwenang tahu bahwa saat ini hampir tidak ada perlindungan yangkita berikan ke air. Saya rasa teknik Anda dapat digunakan di bidangkesehatan dan perawantan medis.

Kedua, penelitian Anda mengingatkan kita untuk lebih menghargai air. Hal yang paling penting adalah kita harus memperbaiki hati kita lebih dahulu agar bisa memperlakukan air dengan penuh penghargaan.

…dalam kebudayaan modern, kita telah kehilangan penghargaan terhadap air dan telah terbawa arus pemikiran bahwa teknolog mampu menyelesaikan segalanya. (….) Sesungguhnya, yang dibutuhkan air bukanlah pemurnian, melainkan penghargaan.

Pada akhirnya, memperlakukan air dengan penghargaan sedalam-dalamnya berarti memperlakukan ekologi bumi dengan perhatian terbaik. Bumi adalah planet air. Di permukaannya terbentang sejumlah air yang memenuhi 1/3-nya.

Kita seharusnya menghargai, mencintai dan bersyukur akan adanya air. Kita juga selayaknya menyadari bahwa diri kita adalah air, bumi kita adalah air. Memperlakukan air dengan layak sama halnya memperlakukan diri dengan pantas.

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan Karena perbuatan tangan manusi, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
-Al-Qur’an | Ar-Rûm 30:41

Sumber:
Al-Maktabah asy-Syamilah
Masaru Emoto, The True Power of Water


No comments:

Post a Comment

Jadilah orang yang selalu optimis, melihat ke depan dan selalu bergerak !!! jangan lupa untuk selalu berpikir positif, dan melakukan hal-hal yang baik...salam hangat dari roni